Sebuah upaya merawat memori dan gema yang nyaris hilang. Tempat di mana setiap frekuensi suara dan jejak langkah masa lalu dikumpulkan untuk beresonansi kembali, menolak larut dalam bisingnya hari ini.
Bagi saya, musik adalah mesin waktu paling jujur. Ia yang memberi warna pada setiap babak kehidupan, di mana setiap lagu memiliki alamat dan koordinatnya sendiri.
Mendengar satu melodi bisa seketika melempar saya kembali ke dinginnya udara kosan di Bandung zaman sekolah dulu. Saat nada itu berputar, bukan hanya suara yang hadir, namun juga aroma udara, suhu ruangan, hingga detail wajah kawan lama pada masa itu.
Bahkan setelah memasuki fase dewasa, lagu yang sama tetap memiliki kekuatan yang serupa: menarik saya pulang, menghadirkan kembali setiap jengkal ingatan yang saya pikir telah raib.
Pada akhirnya, musik bukan hanya untuk didengar, tapi untuk ditinggali.